Kebocoran pada Pipa PLTD Bima Mencemari Pantai

Pipa penyaluran solar pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN Cabang Bima, Nusa Tenggara Barat, dalam sepekan terakhir mengalami kebocoran pada dua titik di kawasan Wadumbolo. Sulaiman, nelayan setempat, mengatakan solar itu telah merembes dan mencemari Pantai Teluk Bima. Kondisi air laut mulai berbau dan berubah warna dalam dua pekan terakhir. “Ini bisa menyebabkan lingkungan tercemar dan ikan mati,” ujarnya kemarin. Jasa Indonesia Jasa SEO Murah

Sulaiman mengatakan pipa tersebut mengalirkan bahan bakar minyak dari Pertamina ke PLTD di Niu, Bima. Pembangkit itu merupakan salah satu penyokong energi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Juru bicara PLN Bima, Bambang, mengatakan terjadinya kebocoran minyak akibat retakan pada instalasi penyaluran bahan bakar untuk PLTD Niu. Namun, ia memastikan, dari retakan pipa tersebut, tidak banyak solar yang keluar.

Bambang melanjutkan, karena retakan, yang terjadi hanya berupa rembesan dalam jumlah yang kecil. “Pekan lalu, kami baru mengetahui adanya kebocoran setelah petugas memantaunya,” ujarnya.

Soal penyebab terjadinya rembesan, Bambang menduga, keretakan pipa bisa saja terjadi akibat pengerjaan di Jalan Ama Hami lajur Oi Niu. Posisi pipa penyaluran yang retak itu berada persis di bawah jalan dua jalur tersebut.

Bambang memastikan pihaknya bersama Pertamina telah memperbaiki instalasi pipa serta menggelar upaya penanggulangan pencemaran lingkungan.

Hal ini bertujuan mengantisipasi meluasnya dampak kebocoran tersebut. “Saya pastikan sudah aman dan tidak ada lagi kebocoran. Kami juga telah menetralisasi sisa rembesan minyak dengan material khusus,” katanya. AKHYAR M. NUR

Dede Aisyah Label: 02.32 0 komentar